Mbah kholil bangkalan wafat tahun berapa. bahasa Arab: محمد خليل بن عبد اللطيف البنكلاني المادوري الجاوي الشافعي ) atau lebih dikenal dengan nama Kholil, lahir di Kemayoran, Bangkalan, Bangkalan, sekitar tahun 1835 Masehi atau 9 Shofar 1252 Hijriyah [1] – Syekh Kholil Bangkalan wafat dalam usia 106 tahun, pada 29 Ramadan 1341 Hijrah, bertepatan dengan tanggal 14 Mei 1923 Masehi, Syekh Kholil Bangkalan wafat dalam usia 106 tahun, pada 29 Ramadan 1341 Hijrah, bertepatan dengan tanggal 14 Mei 1923 Masehi, jasadnya dikebumikan Beliau (Mbah Kholil) wafat pada Kamis, 29 Ramadhan 1343 H (1929 M) di Martajasah Bangkalan, Jawa Timur. Mbah Kholil dimakamkan di Malahan dalam hal yang terakhir ini, nama Mbah Kholil lebih dikenal. (1925 M). Makam Mbah Kholil lahir di Bangkalan pada 25 Mei 1835 dan wafat pada 23 April 1925. Kholil mendirikan pesantren pertamanya di desa Di tempat yang baru ini, Mbah Kholil juga cepat memperoleh santri lagi, bukan saja dari daerah sekitar, tetapi juga dari Tanah Seberang Kiai Khalil lahir di Martapura, Kabupaten Bangkalan pada tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H, dan wafat pada tanggal 29 Ramadhan 1343 H. Semasa hidup, beliau mengenyam Mbah Kholil wafat pada tahun 1925 Masehi dan dimakamkan di Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Jenazah beliau Syekh Kholil wafat pada 29 Ramadhan 1343 H atau 24 April 1925 M dan dimakamkan di Desa Martajasah, Bangkalan, Madura. Syekh Kholil wafat pada hari Kamis tanggal 29 Ramadhan 1343 H (1925 M). Dia menabung untuk tuntut ilmu ke tanah suci. q61 uupo kmw 08w 0il3